Hmm.. keterikatan hati.. memang tidak bisa dipaksakan.. ia tumbuh secara alami.. sesuai fitrahnya. Satu hal yang harus kita akui bahwa "kecenderungan" akan kebaikan itu selalu ada pada jiwa setiap manusia. Siapapun kita tak bisa mengelak bahwa kita semua butuh kasih sayang.. butuh ketenangan, kedamain, kejernihan berfikir.. dan yang pasti.. apapun yang menjadi sumber kebahagiaan hidup!
Kita.. hidup! ditengah-tengah keluarga, karib,tetangga,masyarakat.. bangsa!
semua berjenjang dan membuat kerangka "piramida keterikatan hati"... ups! mungkin kurang tepat menyebutkannya seperti itu.. tapi apapun itu yang pasti kita sadar betul bahwa hanya orang-orang terdekatlah yang pasti lebih kita cintai..
Keluarga adalah bagian dari sumber ketenangn dan kedamaian hidup itu terasakan.. sadar atau tidak, kita harus akui bahwa merekalah yang lebih faham sedetil-detilnya diri ini. Katakanlah untuk kebiasaan tertentu,makanan kesukaan,penyikapan masalah, dan kondisi lainnya.. mereka jauh lebih tahu! bahkan kita sering tak sadar betapa bijaknya mereka menyikapi diri ini seperti adanya yang kita butuhkan..
Ada yang sakit dari jiwa kita bila mereka sakit.. ada perih dihati saat tahu betapa dalamnya kepedihan yang mereka rasakan.. dukapun teramat sangat mendengar rintihannya...
Yah! semua ada karena kita punya keterikatan hati yang lebih (kepada mereka) ketimbang yang lainnya..
Sebuah pepatah klasik berbunyi: jien li she ie ik puu : artinya perjalanan seribu mil dimulai dengan langlah pertama. Pesan moral dari kata kata mutiara pendek ini adalah tindakan. Memang benar tindakan adalah kekuatan! Action is power! Kita mungkin punya sebongkah impian indah, segudang rencana, setumpuk ide cemerlang, tetapi semua itu tidak akan menghasilkan apapun, jika kita tidak berani memulai dengan langkah pertama.
Wednesday, February 22, 2006
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment